SELAMAT DATANG! SEMOGA PERSEMBAHAN KAMI DALAM BLOG INI BERMANFAAT! JANGAN LUPA TINGGALKAN KOMENTAR PADA TULISAN KAMI! TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG!

Friday, September 29, 2017

KRITERIA BAHAN AJAR PENGAJARAN MENYIMAK

x

(Anwar, S.Pd)

PENDAHULUAN

Menyimak adalah keterampilan berbahasa yang tidak dapat dilepaskan dari kehidupan sehari-hari baik formal maupun informal. Menyimak merupakan keterampilan yang cukup mendasar dalam aktivutas berkomunikasi.
Kegiatan yang terjadi di masyarakat kita menunjukkan bahwa kegiatan menyimak lebih banyak dilakukan daripada kegiatan berbahasa lainnya. Berdasarkan hal tersebut maka keterampilan menyimak harus dibina dan ditingkatkan karena sangat dibutuhkan oleh manusia baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun untuk kepentingan di lingkungan pendidikan.
Keberhasilan menyimak sangat tergantung pada pembicara sebagai sumber pesan. Pembicaea yang efektif dalam melaksanakan kegiatannya akan memberi kemudahan kepada penyimak menyerap gagasannya. Penyimak akan efektif apabila ada kerjasama yang baik antara pembicara dan penyimak.
Dalam proses pembelajaran guru hendaknya menjadi pembicara yang baik dan siswa menjadi yang dapat menyerap gagasan guru. Seseorang dikatakan menyimak dengn efektif apabila ia mampu memahami isi pembicaraan dengan baik.
Keterampilan menyimak merupakan salah satu kegiatan berbahasa yang cukup primer di dunia pendidikan. Pembelajar yang kurang mampu menyimak akan mendapat hambatan dalam menerima materi yang disimaknya. Kesalahan menyimak akan berakibat buruk terhadap keterampilan berbahasa lainnya. Kemampuan menyimak yang efektif, efisien, dan kristis sangat esensial bagi keberhasilan pembelajar dalam belajar.

PEMBAHASAN

A. SITUASI KEHIDUPAN SEHARI-HARI
Dalam meneliti kegiatan menyimak dalam kehidupan sehari-hari perlu dilakukan beberapa kegiatan di antaranya :
       1.    Mengumpulkan Sampel
Anda dapat mengumpulkanm beberapa situasi yang memungkinkan kita dapat mendengarkan orang lain berbicara. Tentu saja hal ini termasuk situasi yang memungkinkan orang melakukan aktivutas lain selain mendengar. Baik menyimak maupun berbicara yang terpenting adalah mereka harus mengerti apa yang dikatakan. Kita dapat berbicara pada diri snediri melalui rutinitas harian anda dna mencatat semua perbedaan pengalaman mendengar anda.
       2.    Menemukan ciri-ciri khusus
Dari sampel yang telah dikumpulkan apakah anda menemukan ciri-ciri umum yang terjadi dalam beberpa situasi yang sama. Ciri seperti ini dapat diasosikan dengan jenis-jenis bahasa yang biasa digunakan, jenis interaksi apa yang dilakukan oleh pendengar. Contohnya, dalam beberapa situasi penutur berbicara seadanya yang hasulnya cenderung informal, jenis bahasa yang tidak teratur, begitu juga pendengar mertespon apa yang dikatakan hanya sikap yang baik dalam mendengarkan. Apakah anda dapat memikirkan karakteristik umum seperti ini.
Ini tugas yang cukup sulit dan mungkin saja anda tidak dapat menemukan ide-ide. Berbagilah dengan teman anda dan jika mungkin bandingkan ide-ide. Berbagilah dengan kolega anda dan jika mungkin bandingkan ide-ide itu dengan segesti yang diberikan pada sesi selanjutnya.

        a.    Kebiasaan informal
Kebanyakan penutur bahasa yang kita dengar bersifat informal dan spontan. Penutur menyusunnya seolah-olah cenderung nyaring atau menceritakan suatu memori.
Percakapan sehari-hari biasanya berlangsung cepat dan ringkas. Ini biasanya terjadi pada percakapan pendek. Contohnya dalam percakapan, biasanya orang berbicara dalam beberapa detik sesuai waktu dan giliran bicara.
Pengucapan dalam kehidupan sehari-hari sering disepelekan karena pembicara menganggap penyimak telah memahami maksudnya, ini terjadi apabila pembicara dan penyimak sudah saling mengenal. Pengucapan kata-kata sering diremehkan karena keakraban pembicara dengan penyimak dan faktanya berbeda dengan presentasi fonologi sesuai dengan kamus.
Percakapan informal cenderung pada hal yang tidak sesuai dengan tata bahasa, tuturan biasanya tidak menjadi masalah karena mereka dapat saling memahami.
        b.    Harapan dan Tujuan Pendengar
Pendengar biasanya selalu ingin mengetahui tujuan atau manfaat pembicaraan, siapa yang berbicara, atau tema apa yang sedang dibicarakan. Setiap orang biasanya memiliki tujuan yang berbeda dalam mendengar atau memahami sesuatu. Kita berharap dapat mendegar sesuatu yang relevan dengan tujuan kita.
Penutur biasanya menuturkan ucapannya langsung pada pendengar. Penutur juga memperhatikan karakter dan intensitas pendengarnya ketika berututur dan terkadang merespon langsung terhadap reaksi baik secara verbal atau non verbal dengan mengubah atau meyesuaikan distorsinya.

B.    SITUASI DI KELAS
Keterampilan menyimak diberikan kepada siswa untuk mempersiapkan mereka dalam menghadapi kegiatan mendengarkan di luar secarta efektf. Di dalam kelas aktivitas mendengarkan diberikan kepada siswa dengan menciptakan beberpaa gambara situasi yang dikondisikan seperti kehidupan nyata.
Alangkah tidak efektifnya ektivitas mendengarkan siswa adalah sesuatu yang tidak ditemukan siswa dalam kehidupan sehari-hari. Mendengar berdasarkan kehidupan sehari-hari lebih bermakna dibandingkan dengan menyimak bacaan dari buku latihan yang nantinya harus dijawab oleh siswa.
Keterampilan menyimak mempunyai peran yang sangat pentig dalam keterampilan berbahasa. Peran menyimak antara lain sebagai dasar keterampilan menulis, penunjang keterampilan menulis, memperlancar komunikasi lisan, dan sebagai penambah informasi atau pengetahuan.
Dalam pendidikan formal, menyimak telah menjadi bagian dari pengajaran bahasa. Namun, selama bertahun-tahun kebanyakan guru berasumsi bahwa pengajarannya tidak perlu direncanakan tersendiri. Bahkan ada anggapan bahwa keterampilan menyimak akan dikuasai dengan sendirinya apabila pengajaran lainnya sudah berjalan baik.
Untuk menjamin berlangsungnya kegiatan menyimak dengan baik dan efektif maka guru haruslah terlebh dahulu yakin akan apa yang hendak dikatakannya dan mengetahui cara terbaik untuk menyampaikannya.
Sebagai seorang guru yang menjadi fasilitator bagi siswa dalam keterampilan menyimak, guru seharusnya menguasai keterampilan tersebut dan dapat menjadi contoh bagi pembelajar.
Ada beberapa kegiatan dalam kehidupan sehari-hari yang dapat dijadikan bahan menyimak di dalam kelas. Pembelajar dapat menyimak hasil wawancara, pidato, berita dialog, pembacaan puisi, pembacaan cerita dll.
Menyimak wawancara merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki siswa dalam pembelajaran bahasa Indoensia, pemebelajaran ini dimaksudkan untuk melatih kepekaan siswa dalam menerima atau mencari informasi. Informasi tersebut dapat digunakan untuk mendukung keterampilan berbahasa lainnya, seperti berbicara dan menulis.
Pembelajaran menyimak wawancara dapat dilakukan dengan berbagai cara dan teknik penyajian. Misalnya menyimak langsung atau tidak langsung.  Menyimak tidak langsung yaitu menyimak rekaman dari kaset atau video.
Menyimak pidato merupakan kegiatan untuk mendapatkan informasi juga dapat menambah wawasan. Dengan bertambahnya wawasan dan pengetahuan maka seseorang akan lebih mampu berpikir dan betindak. Menyimak pidato pembelajar diharapkan dapat menemukan hal-hal penting dalam pidato tersebut.
Berita merupakan kabar atau informasi yang disampaikan kepada orang lain. Penyampaian berita dapat secara lisan ataupun secara tertulis. Penyampaian berita secara tertulis dapat dilakukan melalui surat kabar, majalah, papan pengumuman, atau surat, sedangkan berita lisan secara melalui radio, televisi, atau secara langsung seperti diskusi, simposium, dan pad asaat pembelajaran berlangsung.
Sebenarnya dialog sering sekali pembelajar saksikan dan simak melalui layar televisi, radio, tape recorder, maupun media massa lainnya. Yang menjadi pertanyaan mampukah pembelajar memahami hal-hal yang penting dalam dialog?.
Menyimak dialog yang harus dilakukan adalah mencatat hal-hal penting dalam dialog. Mecari hal-hal yang tersirat dalam dialog juga merupakan hal penting yang harus dilakukan. Kegiatan terakhir dalam menyimak dialog adalah menyimpulkan isi dialog.
Guru dengan memilih materi simakan yang sesuai dengan kemampuan pembelajar akan menghasilkan proses belajar-mengajar yang memuaskan dan menyenangkan baik bagi pembelajar maupun bagi guru sendiri.
Adapun materi simakan yang dapat dijadikan bnahan pengajaran dengan memiliki berbagai tujuan antara lain :
1. Materi yang tujuannya untuk mendapatkan respon penyimak berupa bunyi-bunyian, baik barupa suara, suku kata, kata, frase, maupun kalimat. Bunyi-bunyian tersebut masuk ke dalam alat pendengar kita, sengaja ataupun tidak disengaja dan menuntut kita untuk memberikan reaksi terhadap pesan bunyi tersebut.
2. Materi yang memerlukan pemusatan perhatian untuk menentukan gagasan-gagasan pokok pembicaraan serta gagasan-gagasan penunjangnya.
3.  Materi yang tujuannya membandingkan atau mempertentangkan dengan pengalaman atau pengetahuan penyimak.
4. Materi yang tujuannya menutut penyimak berpikir kritis, yakni melalui proses analisis, misalnya L menyampaikan hasil seminar, kongres, diskusi untuk ditanggapi dan dianalisis dari berbagai disiplin ilmu.
5.  Materi yang tujuannya untuk menghibur umumnya bersifat santai seperti mendengarkan pembacaan cerpen, puisi, pementasan drama, dll.
6. Materi yang tujuannya informatif, misalnya : menyimak pengumuman, instruksi, larangan, penolakan, percakapan baik langsung maupun tidak langsung (melalui telepon).
7.  Materi yang tujuannya deskriminatif yakni menyimak setelah menerima pesan dapat memberikan rekasi yang sesuai dengan keinginan pembicara, misalnya : membedakan suara orang susah, orang gembira, orang sedih, orang khawatir, orang jengkel, dll.

C.   FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBELAJAR MENYIMAK
Dalam pembelajaran keterampilan menyimak perlu dipahami faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan menyimak. Apalagi pembelajar dapat memahami faktor-faktor yang berpengaruh dalam kegiatan menyimak maka dia akan menghindari faktor tersebut.
       1.    Faktor Fisik
Kondisi fisik seorang penyimak merupakan faktor penting yang turut menentukan keefektifan serta kualitas keaktifannya. Dalam keadaan seperti ini, dia mungkin saja terganggu serta dibingunkan oleh upaya yang dilakukan untuk menyimak atau dia kehilangan ide-ide pokok seluruhnya. Secara fisik dia mungkin jauh di bawah ukuran gizi normal, sangat lelah, atau mengidap suatu penyakit fisik sehingga perhatiannya dangkal.
Lingkungan fisik juga turut bertanggung jawab atas ketidakefektifan menyimak seseorang. Ruangan mungkin terlalu panas, lembab, ataupun terlalu dingin, suara bunyi bising yang mengganggu dari jalan, atau dari beberapa bagian ruangan tempat belajar. Faktor-faktor tersebut bersifat sepele. Namun, para guru hendaknya selalu memperhatikan hal-hal tersebut agar proses belajar mengajar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
       2.    Faktor Pengalaman
Sikap merupakan hasil pertumbuhan, perkembangan dan pengalaman, kurangnya minat merupakan akibat dari pengalaman yang kurang atau tidak ada sama sekali terhadap bahan simakan.
       3.    Faktor Sikap
Pada dasarnya manusia mempunyai dua sikap utama untuk semua hal yaitu sikap menerima dan sikap menolak, orang akan bersikap menerima pada hal-hal yang menarik dan menguntungkan tetapi menolak pada hal-hal yang tidak menarik dan tidak menguntungkan. Kedua hal tersebut mempengaruhi pembelajaran menyimak karena dapat membawa pengaruh negarif dan pengaruh positif.
Sebagai pendidik, tentunya guru akan memilih dan menanamkan dampak positif kepada anak didiknya dari segala bahan yang disajikan, khususnya bahan simakan. Menyajikan pelayanan dengan baik dengan materi yang menarik ditambahn lagi dengan penampilan yang mengagumkan jelas sangat menguntungkan dan sekaligus membentuk sikap positif pada siswa.
       4.    Faktor Motivasi
Motivasi merupakan salah satu butir penentu keberhassilan seseorang dalam menyimak. Apabila motivasi tinggi untuk mengerjakan sesuatu, maka diharapkan akan berhasil mencapai tujuan. Begitu pula halnya dengan menyimak.
Dorongan dan tekad diperlukan dalam mengerjakan segala sesuatu dalam kehidupan. Menerangkan materi pelajaran dengan baik dan jelas, mengutarakan apa maksud dan tujuan yang hendak dicapai dan bagiamana cara mencapai tujuan itu, jelas merupakan suatu bimbingan kepada siswa untuk menanamkan serta meningkatkan motivasi mereka untuk menyimak dengan tekun.
       5.    Faktor Jenis Kelamin
Beberapa pakar menyimpulkan bahwa laki-laki dan perempuan pada umumnya mempunyai perhatian yang berbeda dan cara mereka memusatkan perhatian pada sesuatu pun berbeda pula, begitu pula pada kegiatan menyimak, sifat dan gaya menyimak laki-laki dan perempuan sangat berbeda.
       6.    Faktor Lingkungan
Sekolah dan lingkungan fisik ruangan kelas merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan menyimak. Ruangan harus tertata dengan rapi tanpa ketegangan dan gangguan. Begitu pula dengan lingkungan sosial, menciptakan suasana dimana guru merencanakan pengalaman-pengalaman yang memungkinkan sistem yang dapat memanfaatkan situasi kelas untuk meningkatkan keterampilan berkomunikasi sehari-hari sesuai dengan rencana.
       7.    Faktor Peranan Dalam Masyarakat
Kemauan menyimak dapat dipengaruhi oleh peranan kita dalam masyarakat. Sebagai pendidik dituntut menyimak dengan seksama dan penuh perhatian agar apa yang disimak dapat menambah ilmu pengetahuan. Pengalaman dan pengetahuan yang didapatkan dari masyarakat sangatlah berpengaruh pada kegiatan yang sedang dilaksanakan. Kemampuan menyimak dalam masyarakat dapat dilakukan melalui ceramah, wawancara, dll. Hasilnya dapat diterapkan dan dikaitkan dengan pengalaman pengetahuan saat guru mengajar dengan situasi dan kondisi saat itu.
Untuk meningkatkan keterampilan menyimak ada beberapa cara yang dapat dilakukan yaitu :
              -      Bersikaplah secara positif
              -      Bertindaklah responsif
              -      Cegahlah gangguan-gangguan
              -      Simaklah dan ungkaplah maksud pembicara
              -      Carilah tanda-tanda yang akan datang
              -      Carilah rangkuman pembicaraan terlebih dahulu
              -      Nilailah bahan-bahan penunjang
              -      Carilah petunjuk-petunjuk non verbal
      
                     Dalam proses menyimak ada beberapa kendala yang sering ditemui yaitu :
              -      Keegosentrisan
              -      Keengganan ikut terlibat
              -      Ketakutan akan perubahan
              -      Keinginan menghindari pertanyaan
              -      Puas terhadap penampilan eksternal
              -      Pertimbangan yang prematur
              -      Kebingungan semantik

 PENUTUP

A.   SIMPULAN
Kegiatan menyimak dalam kehidupan sehari-hari perlu dilakukan beberapa kegiatan di antaranya : mengumpulkan sampel dan menemukan ciri-ciri khusus.
Ada beberapa kegiatan dalam kehidupan sehari-hari yang dapat dijadikan bahan menyimak di dalam kelas. Pembelajar menyimak dapat berupa hasil wawancara, pidato, berita, dialog, pembacaan puisi,pembacaan cerita, dll.
Faktor-faktor yang berpengaruh dalam kegiatan menyimak antara lain : faktor fisik, faktor pengalaman, faktor sikap, faktor motivasi, faktor jenis kelamin, faktor lingkungam dan faktor peranan dalam masyarakat.

B.    SARAN
Untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran menyimak guru hendaknya lebih memahami kendala-kendala yang dihadapi baik di dalam dan di luar kelas.
Faktor-faktor yang dapat menghambat pembelajaran menyimak hendaknya dipahami guru dengan baik. Agar dapat mengantisipasi faktor-faktor penghambat tersebut.

Comments
0 Comments

No comments:

KOTAK SARAN

Name

Email *

Message *